2. Kesadaran emosi
3. Kesadaran nafsu amarah
4. Kesadaran nafsu lawwamah
5. Kesadaran nafsu mutma'innah
6. Kesadaran ilmu
7. Kesadaran Illahiyah/kesadaran iman
Kesadaran Elektromagnetik
Kesadaran elektromagnetik adalah informasi dari lingkungan di mana manusia berada yang sampainya kepada otak berupa gelombang elektromagnetik. Jadi informasi tersebut berasal dari pancaindera. Kita mengenal dunia nyata ini suatu perjanjian saja, misalnya daun berwarna hijau, maksudnya warna daun di bawah sinar matahari, sebab warna daun itu akan berubah bila disinari lampu berwarna merah, misalnya. Jadi warna daun itu kita namakan sesuai dengan warna sinar matahari yang dipantulkan daun tersebut, sedangkan warna daun sesungguhnya belum kita ketahui.
Dalam ilmu pengetahuan dikatakan bahwa bila proton dalam sebuah atom diumpamakan sebesar buah apel, maka besarnya elektron adalah sebesar titik dan elektron tersebut mengelilingi protonnya dengan jarak satu kilometer dari proton, dan proton itu tidak pernah terjamah dalam hidup kita sehari-hari. Benda itu sebagian besar dibentuk (hampir seluruhnya) oleh proton, padahal kita tidak pernah menjamah proton. Jadi apa yang terjadi bila kita memegang benda? Kenyataan bahwa bila kita memegang benda, otak kita menerima gelombang elektromagnetik yang disampaikan melalui saraf. Lalu apa yang terjadi bila ujung kita menyentuh benda? Apakah ujung jari kita menyentuh proton dari benda? Jawabnya sungguh menakjubkan, yaitu kita tidak pernah menyentuh proton. Oleh karenanya, kita tidak pernah menyentuh benda sesungguhnya, yang kita sentuh adalah informasinya, yaitu sentuhan elektron dengan elektron.
Bagi kita benda itu sama sekali bukan hasil atau keuntungan, tetapi benda adalah modal atau bahan untuk diolah menjadi amal karena benda itu pasti musnah, dan yang tidak musnah adalah amal manusia karena Allah akan mencatat amal manusia dengan tidak dikurangi sedikit pun dan manusia akan menemukan amalnya nanti di akhirat. Jadi amal itu tidak musnah dan akan abadi selama kita hidup di alam abadi.
Kesadaran emosi
Informasi emosi berasal dari benda ghaib, tidak seperti informasi elektromagnetik yang berasal dari benda. Bentuk informasi ini berupa cahaya yang berasal dari nafsu dan informasi sebalikya berasal dari sistem saraf otonomi atau hormon. Kesadaran emosi berupa refleks dan tidak melalui otak atau pemikiran. Reaksi emosi berupa refleks dan tidak melalui otak atau pemikiran. Reaksi emosi hanya mengenai satu sistem atau lebih tapi tidak pernah mengenai semua sistem. Oleh karenanya, reaksinya pincang, misalnya bila emosi datang, jantung berdetak lebih cepat tapi tidak disertai pernafasan yang lebih cepat, jadi reaksinya pincang dan ini sangat berbahaya karena sistem lain tidak siap untuk mengimbangi reaksi sistem tersebut. Berbeda bila kita berolah raga misalnya, dalam olah raga semua sistem yang terkait bereaksi secara harmonis karena dikoordininasi oleh otak. Bila terjadi emosi melanda anda, apa yang harus anda lakukan? Fikirkan segala sesuatu sebelum berbuat, artinya otak dan akal kita pergunakan sehingga reaksinya harmonis, atau arahkan emosi ini kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Kesadaran nafsu amarah
Bila nafsu mempunyai kekuasaan tertinggi dalam diri manusia, manusia tersebut persis seperti binatang. Semua aktivitas ditujukan untk pemenuhan keperluan dalamnya (permintaan sistem), pancaindera sebagai pembantu pelaksanaannya. Kalau pada binatang insting masih kuat pengaruhnya sehingga dapat mempertahankan kefitrahannya.
Bila terjadi pada manusia dan akal manusia dapat dikalahkan nafsu, maka insting pada manusia sudah hilang, dan berubahlah fungsi akal yang bersiat netral menjadi memihak pada nafsu, sehingga keadaan manusia tersebut lebih jelek daripada binatang, bahkan malah tersungkur menjadi asfala saafiliin.
Bentuk informasi dalam tingkatan ini adalah berupa energi murni, kekuatannya dahsyat tidak terkendali, pengaruh terhadap jasmani: tekanan darah naik, sakit kepala, gelisah, susah tidur dan selalu berkecimpung dalam lautan stress. Dalam kesadaran stress keseimbangan jiwanya terganggu., bisa timbul gejala kejiwaan bila jiwanya lemah, berbagai penyakit jasmani bisa timbul karena stress dapat mengganggu pembentukan daya tahan tubuh. Bila kekuasan fisik dan jiwa setengah-setengah, sedangkan stress cukup kuat, maka akan timbul penyakit psikosomatik.
Bagaimana bila anda dalam keadaan marah? Rasulullah SAW bersabda bahwa bila anda marah dalam keadaan berdiri maka duduklah, bila anda marah dalam keadaan duduk maka tidurlah, bila dengan tidur tidak hilang juga, ambillah air wudhu dan shalatlah dua raka'at, dan bila marah masih belum hilang juga, maka berdoalah kepada Allah supaya hati anda diganti dengan yang lebih baik. Bila kita masih sempat berpikir dalam keadaan marah, maka sesungguhnya akal kita dapat mempengaruhi amarah kita, yaitu dengan memikirkan akibatnya yang lebih buruk. Bila akal sehatnya masih berfungsi maka nafsu amarah itu berubah menjadi nafsu lawwamah.
Kesadaran nafsu lawwamah
Nafsu lawwamah adalah nafsu yang netral dan bisa menetralkan. Semua stress dapat dirasionalisasikan selagi persoalannya dapat dicerna dengan aksi. Memikirkan akibat amarah yang lebih parah adalah yang membantu mencairkan amarah, dan pencairan ini sangat tergantung dari pengetahuan dan pengalaman seseorang. Hal-hal yang menimbulkan amarah biasanya berasal dari perbuatan kita sendiri.Bila kita masih mengingat dan menyadari bahwa cikal bakal amarah ini berasal dari perbuatan kita maka biasanya bagaimana besarnya persoalan amarah tersebut masih bisa tercairkan, tetapi kadang-kadang Allah menguji kita dan sebab kemarahan tidak kita temukan sehingga kita tidak dapat menerima, akhirnya, biasanya nafsu bercokol kembali dan berubahlah menjadi nafsu amarah. Dalam situasi seperti ini petunjuk Allah-lah bagiannya, sebab semua musibah dan ujian hanya bisa diatasi dengan sabar. Bila jalan ini yang ditempuh maka sifat nafsu berubah menjadi nafsul-mutma'innah.
Kesadaran nafsul-mutma'innah
Nafsu mutma'innah adalah nafsu yang dipengaruhi fungsi kalbu yang beriman. Nafsu mutma'innah atau nafsu sakinah adalah nafsu yang tenang, nafsu yang suci, dan bila mati dengan membawa nafsu yang tenang ini akan dipanggil Allah nanti di akhirat pada waktu akan memasuki syurga.
Ihwan dan ahwat tawakal sadarlah bahwa tinggal satu-satunya target yang kita bisa capai dalam abad modern ini, yaitu membawa lebih banyak amal sholeh (menajdi orang salih), sedangkan pintu-pintu syurga yang lain telah tertutup dan bila masih terbuka pun hanya pengkhususan dari Allah semata.
Nafsul-mutma'innah suatu perasaan yang sepi dari stress dan ini dapat dicapai dengan penyerahan diri total kepada Allah dan penyerahan diri ini harus menjadi dasar dari segala kegiatan hidup sehari-hari. Latihan penyerahan diri adalah usaha mendekatkan diri kepada Allah, dan cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan zikrullah.
Kesadaran ilmu
Orang yang mempunyai kesadaran ilmu adalah orang yang segala tindak-tanduk perbuatannya berdasarkan ilmu, terutama ilmu agama. Dia mengetahui apa yang diperintahkan dan tahu apa yang dilarang oleh Allah. Dia tidak akan berbuat sesuatu bila tidak tahu hukumnya dalam agama. Kalau terpaksa melakukan yang mubah setidak-tidaknya sesuai dengan ilmu pengetahuan yang sifatnya netral (sesuai dengan fitrah makhluk Allah). Dalam Al-Qur'an orang-orang yang demikian disebut golongan shiddiqiin dan orang-orang mujahidiin.
Kesadaran Illahiah
Kesadaran Ilahiah atau kesadaran iman merupakan kesadaran yang paling tinggi, dan ini hanya terjadi pada orang-orang yang dikhususkan Allah, orang-orang yang Allah pelihara dari kecacatan, sebab mereka harus menjadi contoh suri tauladan yang baik yaitu dikhususkan bagi para anbiya wal-mursaliin. Pintu syuga yang ini telah betul-betul ditutup oleh Allah. Bagi para Nabi dan Rasul Allah, semua kata dan perbuatan mereka harus berdasarkan perintah Allah, mereka tidak berkata atau berbuat sesuatu bila tidak disuruh Allah, atau mereka selalu minta izin Allah dahulu sebelum berbuat dan Allah selalu memberikan jawabannya melalui wahyu.
| < Prev | Next > |
|---|



